<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pempek Palembang Cekma &#187; palembang</title>
	<atom:link href="http://pempekcekma.com/tag/palembang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pempekcekma.com</link>
	<description>Toko Online Pempek Palembang, menjual berbagai macam pempek, Asli Wong Kito dari Palembang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Feb 2010 06:47:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pempek Palembang Patennya Terbentur Royalti</title>
		<link>http://pempekcekma.com/berita/pempek-palembang-patennya-terbentur-royalti/</link>
		<comments>http://pempekcekma.com/berita/pempek-palembang-patennya-terbentur-royalti/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 03:38:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PempekCekma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Asli]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Dagang]]></category>
		<category><![CDATA[Globalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Cipta]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Paten]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Khas]]></category>
		<category><![CDATA[Merek]]></category>
		<category><![CDATA[palembang]]></category>
		<category><![CDATA[Pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[Royalti]]></category>
		<category><![CDATA[Subsidi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pempekcekma.com/?p=448</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		
Palembang &#8211; Usulan Budayawan Palembang Djohan Hanafiah agar pempek palembang mendapatkan hak patennya dinilai akan terbentur soal royalti. Yang dibutuhkan adalah bukan hak paten melainkan PP dari UU Folklore yang tengah digodok.
“Pendapat Djohan Hanafiah itu sangat baik. Namun, tetap saja akan ada persoalan. Hak Paten terkait juga dengan royalti yang harus dikeluarkan oleh orang atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpempekcekma.com%2Fberita%2Fpempek-palembang-patennya-terbentur-royalti%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpempekcekma.com%2Fberita%2Fpempek-palembang-patennya-terbentur-royalti%2F&amp;source=pempekcekma&amp;style=normal&amp;service=bit.ly" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Palembang</strong> &#8211; Usulan Budayawan Palembang Djohan Hanafiah agar <strong>pempek palembang </strong>mendapatkan hak patennya dinilai akan terbentur soal royalti. Yang dibutuhkan adalah bukan hak paten melainkan PP dari UU Folklore yang tengah digodok.</p>
<p style="text-align: justify;">“Pendapat Djohan Hanafiah itu sangat baik. Namun, tetap saja akan ada persoalan. Hak Paten terkait juga dengan royalti yang harus dikeluarkan oleh orang atau sekelompok orang, atau perusahaan yang mengusahakan, terutama untuk tujuan dagang dan bisnis,” kata budayawan muda Palembang, Yudhy Syarofie, saat dihubungi Minggu (06/09/2009) pagi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Di sinilah sesungguhnya kita butuh PP, turunan dari UU tentang Folklore yang saat ini sedang digodok, hingga sampai ke Perda. Misalnya, ada aturan yang secara tegas dan jelas mengatakan bahwa karena komunitas atau lembaga adat yang dimaksud berada di Sumsel atau Indonesia bagi orang Palembang atau Sumsel yang mengusahakan pempek serta produk budaya lain yang telah dipatenkan, sehingga akan mendapat kemudahan berupa subsidi royalti bagi WNI (warga negara Indonesia),” sambung Yudhy.</p>
<p style="text-align: justify;">WNI (Warga Negara Indonesia) itu, kata Yudhy, harus ditekankan mengingat suatu ketika, saat perdagangan bebas atas nama globalisasi berlaku, akan banyak orang, di luar WNI, yang dapat mengusahakan apa pun di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Lantaran belum dipatenkan, dan menjadi milik umum, <strong>makanan pempek</strong> sebaiknya mengajukan hak paten atau hak cipta berdasarkan komunitas dari pengelola produk tersebut. Misalnya para pengusaha pempek di Palembang mengajukan pematenan makanan pempek tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian dikatakan budayawan dan sejarawan Palembang Djohan Hanafiah, dalam sebuah perbincangan, Jumat (04/09/2009). &#8220;Bila bukan oleh komunitas pengrajin juga dapat diajukan organisasi adat, misalnya Kerukunan Keluarga Palembang (KKP) yang mengajukan hak patennya,&#8221; kata Djohan.</p>
<p style="text-align: justify;">Makanan asli Palembang yakni pempek hingga saat ini belum terdaftar di HKI. Tapi merek yang mendampingi makanan khas sudah banyak yang dipatenkan seperti Pempek Pak Raden dan Pempek Nony. Demikian dijelaskan Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Hukum Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Sumatra Selatan, Ardiansyah, kepada wartawa, pada Rabu 2 September lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber detik.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pempekcekma.com/berita/pempek-palembang-patennya-terbentur-royalti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Ton Pempek Palembang Dikirim Setiap Hari</title>
		<link>http://pempekcekma.com/berita/5-ton-pempek-dikirim-setiap-hari/</link>
		<comments>http://pempekcekma.com/berita/5-ton-pempek-dikirim-setiap-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 04:15:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PempekCekma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[palembang]]></category>
		<category><![CDATA[pempek palembang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pempekcekma.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		
Berita ini diambil dari kompas, edisi 22 september 2008. Sebelum lebaran Idul Fitri.
PEMPEK Palembang tetap jadi penganan favorit hari raya Idul Fitri tahun ini. Tidak hanya warga di Kota Palembang, wong kito yang di perantauan pun tak lupa pada pempek. Bayangkan, sepekan terakhir, pengiriman paket pempek palembang melalui kargo Bandara Sultan Machmud Badharudin  II Palembang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpempekcekma.com%2Fberita%2F5-ton-pempek-dikirim-setiap-hari%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpempekcekma.com%2Fberita%2F5-ton-pempek-dikirim-setiap-hari%2F&amp;source=pempekcekma&amp;style=normal&amp;service=bit.ly" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-216" title="p050509_172003" src="http://pempekcekma.com/wp-content/uploads/2009/05/p050509_172003-300x225.jpg" alt="pempek" width="300" height="225" />Berita ini diambil dari <a title="Kompas.com" href="http://www.kompas.com" target="_blank">kompas</a>, edisi 22 september 2008. Sebelum lebaran Idul Fitri.</p>
<p style="text-align: justify;">PEMPEK Palembang tetap jadi penganan favorit hari raya Idul Fitri tahun ini. Tidak hanya warga di Kota Palembang, wong kito yang di perantauan pun tak lupa pada pempek. Bayangkan, sepekan terakhir, pengiriman paket pempek palembang melalui kargo Bandara Sultan Machmud Badharudin  II Palembang mencapai 500 Kg (0,5 ton) per hari. Itu berarti sudah lebih dari 3,5 ton pempek palembang yang dikirim ke Jakarta dan Batam. Paket pempek palembang  itu dikirim oleh keluarga yang tinggal di Palembang. Entah berapa banyak orang yang menikmati pempek itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika dihitung, satu paket ukuran satu kg isinya berkisar 80-100 butir pempek palembang  semacam lenjer, adaan, telur, dan kulit. Berarti dalam satu hari dikirimkan lebih dari 50 ribu butir pempek palembang . Atau dalam seminggu terakhir sekitar 350 ribu pempek keluar dari Palembang. Jumlah tersebut belum termasuk paket pempek yang ditempatkan penumpang di bagasi pesawat atau bungkusan kecil yang ditenteng. Atau paket pempek palembang  yang dikirim via angkutan darat. Kira-kira berapa banyak warga yang menikmati pempek-pempek itu?</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pempek palembang  cukup mendominasi pengiriman barang akhir-akhir ini. Sehari sekitar 500 Kg. Kemungkinan jumlahnya terus meningkat mendekati lebaran nanti,&#8221; kata Fahrizal, petugas kargo bandara, Minggu (21/9).</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana di Palembang? Warga juga sudah mulai menyediakan pempek untuk lebaran. Tahun ini lebih banyak warga yang memilih cara praktis dengan membeli ketimbang membuat sendiri. Itu karena harga bahan baku ikan gabus melonjak tinggi. Untuk pipinya (kepala ikan gabus) saja Rp 45 ribu sekilo.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebaran tanpa pempek palembang bak makan tanpa garam. Begitulah kira-kira kecintaan masyarakat Palembang pada pempek. Hampir dipastikan setiap keluarga menyiapkan makanan khas wong kito ini sebagai menu utama selain tentu ketupat dan kue-kue.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Rasanya gimana gitu kalau tak ada  pempek. Namanya juga wong Plembang, mbak. Tamu juga kalau datang pasti nanya, ada pempek nggak. Gak enaklah kalau tidak bikin pempek,&#8221; kata Aris Adiwijaya, warga Kompleks PHDM 12 No 8 Palembang. Ketua Paguyuban Jajanan Pasar Palembang ini mengaku, istrinya selalu menghidangkan pempek baik untuk keluarga maupun tamu yang datang saat bersilaturahim ke kediamannya saat lebaran.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Paling sedikit 3 kg ikan gabus kita siapkan untuk membuat pempek,&#8221; kata Aris.<br />
Pemilik usaha Pangestu yang banyak berhubungan dengan pedagang jajanan pasar dan pelanggan, mengaku hampir setiap orang yang ditemuinya memang menyediakan pempek palembang saat lebaran. &#8220;Pempek dan lapis legit. Kayaknya memang wajib ada,&#8221; ujarnya. berita lengkap <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/22/10500532/palembang.kirim.05.ton.pempek.per.hari">di link berikut</a>.
</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana dengan lebaran kali ini.. sepertinya tidak perlu repot repot menelepon kerabat di Palembang. Karena tahun ini sudah ada web <a title="pempekcekma" href="http://www.pempekcekma.com" target="_blank">pempekcekma.com</a> yang dapat melayani pesanan Anda. Cukup buka internet dan pesan secara online&#8230; (numpang iklan sedikit akh..hehe). Mudah, gampang dan praktis. Pempek Palembang langsung tiba di rumah Anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pempekcekma.com/berita/5-ton-pempek-dikirim-setiap-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Pempek Palembang</title>
		<link>http://pempekcekma.com/pempek/sejarah-pempek/</link>
		<comments>http://pempekcekma.com/pempek/sejarah-pempek/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 07:24:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PempekCekma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pempek]]></category>
		<category><![CDATA[palembang]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah pempek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pempekcekma.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		
Pempek atau Empek-empek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari ikan dan sagu. Sebenarnya sulit untuk mengatakan bahwa pempek adalah pusatnya adalah Palembang karena hampir di semua daerah di Sumatera Selatan memproduksinya.
Penyajian pempek palembang ditemani oleh saus berwarna hitam kecoklat-coklatan yang disebut cuka atau cuko (bahasa Palembang). Cuko dibuat dari air yang dididihkan, kemudian ditambah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpempekcekma.com%2Fpempek%2Fsejarah-pempek%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpempekcekma.com%2Fpempek%2Fsejarah-pempek%2F&amp;source=pempekcekma&amp;style=normal&amp;service=bit.ly" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://pempekcekma.com/wp-content/uploads/pempek-palembang.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-433" title="pempek palembang" src="http://pempekcekma.com/wp-content/uploads/pempek-palembang-300x199.jpg" alt="pempek palembang" width="300" height="199" /></a>Pempek</strong> atau <strong>Empek-empek</strong> adalah <a title="Makanan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makanan">makanan</a> khas <a class="mw-redirect" title="Palembang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palembang">Palembang</a> yang terbuat dari <a title="Ikan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan">ikan</a> dan <a title="Sagu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sagu">sagu</a>. Sebenarnya sulit untuk mengatakan bahwa pempek adalah pusatnya adalah Palembang karena hampir di semua daerah di <a title="Sumatera Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera_Selatan">Sumatera Selatan</a> memproduksinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Penyajian pempek palembang ditemani oleh saus berwarna hitam kecoklat-coklatan yang disebut cuka atau <em><strong>cuko</strong></em> (bahasa Palembang). <em>Cuko</em> dibuat dari air yang dididihkan, kemudian ditambah gula merah, cabe rawit tumbuk, <a title="Bawang putih" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bawang_putih">bawang putih</a>, dan <a title="Garam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Garam">garam</a>. <em>Cuko</em> adalah teman makan pempek yang setia, dibuat pedas untuk menambah nafsu makan. Ada juga <em>cuko</em> manis bagi yang tidak menyukai pedas.</p>
<p style="text-align: justify;">Jenis pempek palembangyang terkenal adalah &#8220;pempek kapal selam&#8221; adalah <a title="Telur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Telur">telur</a> ayam yang dibungkus dengan adonan pempek dan digoreng dalam minyak panas. Ada juga yang lain seperti pempek lenjer, pempek bulat (atau terkenal dengan nama &#8220;ada&#8217;an&#8221;), pempek kulit ikan, pempek pistel (isinya irisan <a title="Pepaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pepaya">pepaya</a> muda rebus yang sudah dibumbui), pempek te lur kecil, dan pempek keriting.</p>
<p style="text-align: justify;">Pempek bisa ditemukan dengan gampang di seantero Kota Palembang. Ada yang menjual di restoran, ada yang di gerobak, dan juga ada yang dipikul. Juga setiap kantin sekolah pasti ada yang menjual pempek.  Tahun 1980-an, penjual pempek bisa memikul 1 keranjang pempek penuh sambil berkeliling Kota Palembang jalan kaki menjajakan makanannya!. Pempek sekarang ada dua jenis yaitu <a class="new" title="Parempek (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Parempek&amp;action=edit&amp;redlink=1">Parempek</a> campuran antara <a class="mw-redirect" title="Pare" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pare">Pare</a> dan <strong class="selflink">Pempek</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut sejarahnya, pempek palembang telah ada di Palembang sejak masuknya perantau <a title="Cina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cina">Cina</a> ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat <a class="mw-redirect" title="Sultan Mahmud Badaruddin II" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sultan_Mahmud_Badaruddin_II">Sultan Mahmud Badaruddin II</a> berkuasa di kesultanan <a class="mw-redirect" title="Palembang-Darussalam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palembang-Darussalam">Palembang-Darussalam</a>. Nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan &#8220;apek&#8221;, yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasar cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian <a title="Sungai Musi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Musi">Sungai Musi</a>) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi. Hasil tangkapan itu belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Si apek kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan &#8220;pek … apek&#8221;, maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai empek-empek atau pempek.<sup id="cite_ref-KompasPempek_0-0" class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pempek#cite_note-KompasPempek-0">[1]</a></sup></p>
<p style="text-align: justify;">Namun cerita rakyat ini patut ditelaah lebih lanjut karena singkong baru diperkenalkan bangsa Portugis ke Indonesia pada abad 16. Selain itu velocipede (sepeda) baru dikenal di Perancis dan Jerman pada abad 18. Walaupun begitu sangat mungkin pempek palembang merupakan adaptasi dari makanan Cina seperti baso ikan, kekian ataupun ngohyang.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada awalnya pempek palembang dibuat dari <a class="mw-redirect" title="Ikan belida" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_belida">ikan belida</a>. Namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut diganti dengan <a title="Ikan gabus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_gabus">ikan gabus</a> yang harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada perkembangan selanjutnya, digunakan juga jenis ikan sungai lainnya, misalnya ikan putak, toman, dan bujuk. Dipakai juga jenis ikan laut seperti <a class="new" title="Tenggiri (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenggiri&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tenggiri</a>, <a class="new" title="Kakap Merah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kakap_Merah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kakap Merah</a>, parang-parang, ekor kuning, dan ikan sebelah.</p>
<p style="text-align: justify;">sumber: <a title="sejarah pempek" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pempek" target="_self">wikipedia</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pempekcekma.com/pempek/sejarah-pempek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
